Labels

Minggu, 31 Oktober 2010

PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK

daaaan sekali lagii tentang matkul,, cekidot,,


Sebagai suatu nilai, pancasila memberikan dasar-dasar yang bersifat Fundamental dan universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun manakala nilai-nilai tersebut akan di jabarkan dalam kehidupan yang bersifat fraksis auat kehidupan yang nyata dalam masyarakat, bangsa maupun negara maka nilai- nilai tersebut di jabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas sehingga merupakan suatu pedoman.

Norma-norma tersebut meliputi:

(1) Norma moral yaiu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat di ukur dari sudut baik maupun sudut buruk.

(2) Norma hukum yaitu suatu sistem perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Jadi sila-sila pancasila pada hakikatnya adalah bukan suatu pedoman yang langsung bersifat normatif auat pun praksis melaikan merupakan suatu sistem nilan-nilai etika yang merupakan sumber nilai baik meliputi norma moral maupun norma hukum, yang pada gilirannya harus di jabarkan lrbih lanjut dalam norma-norma etika, moral maupun norma hukum dalam kehidupan berbangsa maupun bernegara.

PENGERTIAN ETIKA

Etika termasuk kelompok filsafat praksis dan di bagi menjadi dua kelompok yaitu etika umun dan etiika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis yang mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan berhadapan dengan moral . Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikitu suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral.

Sebenarnya etika lebih banyak bersangkutan dengan frinsif-prinsif dasar pembenaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. Dapat juga di katakan bahwa etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofi dalam hubungan dengan tingkah laku manusia.

B. PENGERTIAN , NILAN, NORMA DAN MORAL

1. Pengertian Nilai

Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences di kemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang percayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Di dalam nilai itu sendiri terdapat cita-cita, harapan-harapan, dambaan-dambaan dan keharusan.

2. Hierarkhi Nilai

Max Sceler mengemukakan bahwa nilai-nilai yang ada, tidak sama luhurnya dan sama tingginya. Menurut rendahnya, Nilai-nilai dapat di kelompokan dalam 4 tingkatan sebagai berikut:

(1) Nilai-nilai kenikmatan

(2) Nilai-nilai kehidupan

(3) Nilai-nilai kejiwaan

(4) Nilai-nilai kerohanian

Walter G Everst mengolongkan nilai-nilai manusiawai ke dalam delapan kelompok yaitu:

(1) Nilai-nilai ekonomis

(2) Nilai-nilai kejasmanian

(3) Nilai-nilai hiburan

(4) Nilai-nilai sosial

(5) Nilai-nilai watak

(6) Nilai-nilai estesis

(7) Nilai-nilai intelektual

(8) Nilai-nilai keagamaan

Notonagoro memagi nilai menjadi tiga macam yaitu:

(1) Nilai materrial

(2) Nilai vitual

(3) Nilai kerohanian

Dan khusus nilai kerohanian in dapat di bedakan menjadi empat macam:

A. Nilai kebenaran

B. Nilai keindahan

C. Nilai kebaikan

D. Nilai religius

Notonagoro berpendapat bahwa nilai-nilai pancasila tergolong nilai-nilai kerohanian. Tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui adanya nilai material dan nilai vital.

NILAI DASAR, NILAI INTRUMENTAL DAN NILAI PRAKSIS

Dalam kaitannya dengan deriviasi atau penjabaran maka nilai-nilai dapat di kelompokan menjadi tiga macam yaitu nilai dasar, nilai intrumental, nilai praksis.

A. Nilai Dasar

Nilai dasar in ibesifat universal karna menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalkan hakikat tuhan, manusia auat segala sesuatu lainnya. Demikian juga hakekat nilai dasar itu dapat juga berlandaskan pada hakikat suatu benda , kuantital, kualitas, aksi relasi ruang maupun waktu. Demikianlah sehingga nilai dasar dapat juga di sebut sebagai sumber norma yang pada gilirannya di jabarkan atau di relisasikan dalam suatu kehidupan yang bersifat praksis.

B. Nilai Intrumental

Nilai intrumental lah yang merupakan suatu pedoman yang dapat di ukur dan di arahkan. Bilamana nilai intrumental tersebut berkaitan dengan tinggak laku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka hal ini merupakan suatu nilai norma. Dan nilai intrumental sendiri juga dapat di katakan bahwa nilai intrumental itu merupakan suatu eksplistasi dari nilai dasar.

C. Nilai Praksis

Nilai praksis pada hakekatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai intrumental dalam suatu kehidupan yang nyata. Artinya oleh karna nilai dasar, nilai intrumental dan nilai praksis itu merupakan suatu sistem perwujutannya tidak boleh menyimpang dari sistem tersebut.

3. HUBUNGAN NILAI, NORMA DAN MORAL

Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan norma dan etika. Dalam pengertian inilah maka kita memasuki wilayah norma sebagai penutup sikap dan tingkah laku manusia. Sedangkan hubungan moral dengan etika sangat erat sekali dan kadangkala kedua hal tersebut di samakan begitu saja. Namun sebenarnya kedua hal tersebut memiliki perbedaan. Moral merupakan suatu ajaran-ajaran ataupun wewenang-wewenang, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Sedangkan Etika tidak berwenang menentukan apa yang boleh atau tidak boleh di lakukan oleh seseorang.

C.ETIKA POLITIK

Secara substantif pengertian etika polotik tidak dapat di pisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena itu etika politi k berkaitan erat dengan bidang pembahasan moral. Hal itu berdasarkan pengertian moral. Berdasarkan suatu kenyataan bahwa masyarakat, bangsa maupun negara bisa berkembang ke arah keadaan yang tidak baik dalam arti moral. Misalnya suatu negara yang di kuasai oleh penguasa atau rezim yang otoritas, yang memaksa kehendak kepada manusia tanpa memperhitungkan dan mendasarkan kepada hak-hak dasar kemanusiaan.

1. PENGERTIAN POLITIK

Pengertian politik berasal dari kosa kata politics yang memiliki maksa bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan perlu di tentukan kebijakan-kebijakan umun atau piblis policies, yang menyangkut peraturan dan pembagian dari sumber-sumber yang ada. Dan politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat bukan tujuan pribadi seseorang. Selain itu politik juga menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik, lembaga masyarakat maupun perseorangan.

2. DIMENSI POLITIS MANUSIA

a. Manusia Sebagai Mahluk Individu-Sosial

Berdasarkan fakta sehari-hari manusia tidak dapat memenuhi kebutuhanya sendiri saja. Karena itu manusia manusia tidak mungkin bersifat bebas jikalau dia hanya bersifat totalitas individu atau sosial saja. Manusia juga sebagai mahluk yang berbudaya, kebebasan sebagai individu dan segala aktivitas dan kreatifitas dalam hidupnya sentiasa tergantung kepada orang lain, hal ini di karenakan manusia sebagai masyarakat atau sebagai mahluk sosial.

b. Dimensi Politis Kehidupan Manusia

Dimensi politis manusia memiliki dua segi fundamental, yaitu pengertian dan kehendak untuk bertindak, Sehingga dua segi fundamental itu dapat di amati dalam setiap aspek kehidupan manusia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar